Mengambil Hikmah dari Masjid Jogokariyan: “Dari Warga, Untuk Warga”

Share

Jakarta – Sebagai salah satu Masjid yang terkenal di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, Masjid Jogokariyan menjadi referensi dalam manajemen kepengurusannya. Termasuk Masjid Daarut Tauhiid Jakarta, mencoba mengambil pelajaran dan hikmah dari bagaimana manajemen Masjid Jogokariyan dijalankan. Jumat (17/12), tim Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarut Tauhiid Jakarta mengadakan kunjungan ke masjid yang berlokasi  di daerah Yogyakarta itu.

Dalam kunjungan tersebut banyak hikmah dan pelajaran yang diambil dari program-program maupun manajerial Masjid Jogokariyan. Secara garis besar, program utama Masjid Jogokariyan hanya satu yaitu mengajak sebanyak-banyaknya jamaah untuk sholat berjamaah di masjid. Ketika orang datang untuk sholat berjamaah, dari situlah datangnya keberkahan Allah.

Kemakmuran masjid Jogokariyan ikut dirasakan oleh masyarakat sekitar. Masjid memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan berdasarkan sensus yang telah dilakukan. Termasuk saat pandemi Covid-19 mulai mewabah, masjid menjadi garda terdepan untuk membantu warga, baik dalam bantuan kesehatan maupun bantuan finansial.

Kesuksesan Masjid Jogokariyan didasarkan pada tiga poin dasar. Pertama, edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi tentang ajakan sholat, namun masjid juga memberikan edukasi seputar pengetahuan keislaman lainnya. Misalnya saat momen Ramadhan, dibuatkan poster edukasi tentang keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan.

Kedua, para pengurus masjid harus memiliki kepekaan pada pelayanan jamaah. Apa yang didapatkan masjid, harus menjadi manfaat kepada warga sekitar. Masjid berusaha untuk membantu terpenuhinya kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) masyarakat. Seperti masjid memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan dana untuk merenovasi rumah dengan mengadakan survey terlebih dahulu. Bahkan masjid pun memberikan bantuan beasiswa kepada warga yang membutuhkan.

Hal mendasar yang menjadi pegangan para pengurus masjid Jogokariyan yang ketiga adalah membangun visi misi pengurus. Para pengurus yang berasal dari warga sekitar masjid memiliki kesadaran bersama bahwa dengan memakmurkan masjid insya Allah manfaat pun akan dirasakan untuk diri sendiri. Sehingga semangat untuk berlomba-lomba memberikan kontribusi dalam dakwah pun mereka jadikan landasan dasar bergerak bersama.

Semoga tumbuh masjid-masjid serupa Masjid Jogokariyan lainnya. Tidak hanya menjadi sarana beribadah jamaah namun juga memberikan manfaat kepada masyarakat, dari warga untuk warga kembali. (Iyiz)

X
× Tanya Admin