Inspiratif! Ikut Program Hafalan Akhir Pekan, Santri Ini Mampu Setorkan Hafalan Hingga 15 Juz

Share

Alhamdulillah, karunia Allah Ta’ala, Ayeman Juwana (10) berhasil menambah dan menyetoran hafalannya sebanyak 15 Juz melalui program yang diselenggarakan unit Baitul Quran (BQ) DT, yakni program Santri Tahfidzul Quran (STQ) Non-mukim.

Program ini merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh unit BQ, yang dilaksanakan setiap hari sabtu dan ahad selama minimal satu periode program (tiga bulan) dan peserta boleh melanjutkan ke periode-periode berikutnya.

Pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, dan juga lainnya, merupakan peserta dari program ini. Program STQ Non-mukim terbuka untuk seluruh jamaah (umum), khususnya bagi yang tidak memiliki waktu luang atau terkendala untuk menghafal Al Quran pada hari kerja.

Ayeman, yang merupakan salah satu santri STQ Non-mukim yang aktif sejak periode Oktober-desember 2019 merasa sangat bahagia, dan berharap hafalannya bisa menjadi jalan bagi dirinya masuk surga. “Supaya bisa masuk surga, dan bisa memberikan mahkota pada orang tua saya di akhirat kelak,” ungkap Ayeman singkat ketika ditanya mengenai motivasinya, Sabtu (26/09).

Jufri Junaedi selaku Muhafizh (penerima setoran hafalan) Ayeman, turut memberikan tanggapannya. Ia menuturkan bahwa motivasi akhirat akan membuat seseorang istiqamah untuk terus berinteraksi dengan Al Quran.

“Nasihat untuk kita semua nih sahabat, bahwa motivasi akhirat in sya Allah akan membuat kita istiqamah. Motivasi akhirat, akan membuat kita terus terpacu untuk berinteraksi dengan Al Quran,” ungkapnya.

Kepala unit Baitul Quran DT, Sigit Bayu Anggoro, sangat mengapresiasi kesungguhan dan pencapaian seluruh peserta STQ Non-mukim, tak terkecuali Ayeman,  atas perjuangan dan mujahadahnya selama mengikuti program ini.

“Kami sampaikan special thanks kepada seluruh peserta yang telah berjuang dari awal program hingga saat ini, dengan mujahadahnya yang tinggi. Semoga setiap ayat yang dibaca dan dihafalkan selama ini, benar-benar menjadi jalan pengundang keridaan Allah, kemudahan dalam segala urusan, hidup dan bersihnya hati, dan cahaya di akhirat nanti,” ungkap Sigit.

Baitul Quran yang berkantor di lingkungan Daarut Tauhiid Bandung ini berkomitmen untuk melahirkan para Huffazh (penghafal Al Quran) yang benar-benar dicintai Allah, yang kuat imannya, bagus ibadahnya, dan juga indah akhlaknya. Sebagaimana tergambar dalam semangat jargon khas Baitul Quran DT, “Al Quran di hatiku, Al Quran di lisanku, Al Quran akhlakku. In sya Allah!

Redaksi: Achmad Tuqo S. Billah, Syiar Baitul Quran DT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
× Chat WA admin